Minggu, 27 April 2014
Sabar: Melatih Kecerdasan Emotional (EQ)
Sabar sangat kental dengan kehidupan sehari-hari kita. Apalagi untuk kaum Ibu-ibu, dengan segudang aktivitas, segudang fokus & segudang masalah.. dituntut untuk punya extra kesabaran.
Ga gampang memang untuk mempertahankan kesabaran.
Namun Kesabaran bisa kok kita tingkatkan dengan meningkatkan kecerdasan emosinal.
Yaah.. memang kesabaran memiliki hubungan yang erat dengan kecerdasan emosional, bahkan bisa disebutkan bahwa seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang baik, pasti memiliki tingkat kesabaran yang baik.
Kamis, 24 April 2014
Empati untuk Bekerjasama
"Di dalam sebuah kelas.. Seorang Trainer memberi instruksi kepada 30 peserta untuk membentuk kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Tugas masing-masing kelompok adalah menyelesaikan permainan sejenis scrabble, dengan pemenang adalah kelompok tercepat yang menyelesaikan games tersebut.
Permainan ini merupakan permainan papan dan permainan menyusun kata dalam bahasa Inggris, atas butir keping yang berbentuk bujur sangkar yang bertuliskan huruf pada salah satu sisinya. Kata-kata dapat disusun secara mendatar atau menurun seperti teka-teki silang (sumber: wikipedia) Masing-masing anggota kelompok akan dibagikan butir keping tersebut secara merata. Dalam giliran, setiap pemain dapat menerima 1 bantuan dari pemain lainnya. Yaa.. hanya 1 bantuan butir keping yang dapat diterima dari pemain lainnya.
Dengan catatan, pemain lainnya tersebut boleh memberikan bantuan tanpa mengkomunikasikan susunan kata yang dapat disusun dengan bantuan 1 butir keping yang diberikan tersebut."
Selasa, 22 April 2014
Sahabat
Dear Sahabat,
Untaian nada dan melodi kita mainkan bersama
Bak sebuah harmonisasi dalam sebuah alunan lagu nan indah
Kita saling menyesuaikan ritme satu sama lain
Dengan menggunakan Hati
Yaah dengan Hati..
Senin, 21 April 2014
"Self-Transformation"
Ibarat seekor kupu-kupu, proses transformasi hidup saya diilustrasikan seperti proses metamorfosis kupu-kupu.. :) Yaa.. proses metamorfosis seekor kupu-kupu terjadi cukup panjang dan lama, namun sifatnya sederhana, sesederhana sifat saya hehehee :)
Dimulai dari fase telur, keputusan besar saya untuk berhenti bekerja dari perusahaan merupakan titik balik dari kehidupan saya sekarang. Seperti halnya dilahirkan kembali, saya jalani hidup "pasca-resign" dengan segudang mimpi, harapan, tantangan, semangat sekaligus dengan kecemasan dan kekhawatiran. Noll..yaa..bener bener noll kondisi saya waktu itu.
Karena motivasi yang kuat untuk bisa punya quality-time bersama anak dan suami, dorongan-dorongan untuk kembali ke kantor, saya coba tepis..
Saya mencoba "menata-hati", mengubah bentuk diri, dengan motivasi mimpi-mimpi yang telah saya gambarkan dan tancapkan di hati..mimpi-mimpi untuk terbang indah bersama keluarga dan orang-orang yang ingin terbang bersama..
Yaaa.. tahun 2014 ini tema resolusi saya adalah "Year of Self-Transformation".
Mirip seperti seekor ulat (larva).. Dalam fase ini, saya mengkonsumsi banyak "amunisi" untuk persiapan pergantian kulit.. Semua yang tadinya saya hindari, saya coba lakukan..
Saya "crack".."unblock".."motivate"..
Bagi saya menjaga motivasi adalah hal yang cukup sulit. Saya menemukan cara-cara untuk tetap bisa "membakar" motivasi, salah satunya berolahraga. Yaa.. olahraga lari saat ini menjadi "Me Time" yang ampuh untuk kembali mengafirmasikan diri tentang mimpi-mimpi yang saya inginkan, mengafirmasi kekuatan-kekuatan diri serta menemukan "kesegaran" hati..
Saya juga afirmasikan pembentukan pribadi saya dengan bergabung dengan komunitas pengusaha, saya bergabung dengan orang-orang positif, saya bergabung dengan kelompok yang memiliki passion yang sama.. Hehehee.. Saya ingin tertular "virus positif" dari mereka dan kurang lebih memiliki "benang merah" karakter yang sama dengan mereka..
Proses "re-install" diri saya ini akan terus saya lakukan sampai saatnya nanti saya menemukan "bentukan" diri yang tepat..Konsep diri yang lebih matang dan kuat untuk terbang mencapai mimpi..Mimpi-mimpi yang diselaraskan dengan kekuatan diri yang mengedepankan pelayanan, kedetailan dan kerapihan..
Mimpi menjadi kupu-kupu yang cantik dan bisa terbang bersama dengan keluarga dan orang-orang yang ingin terbang bersama :))
Salam,
Vidya
Kamis, 17 April 2014
#NoteToMySelf
Akhir waktu belakangan ini publik dikejutkan dengan kasus-kasus yang memprihatinkan, mulai dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kasus pembunuhan anak kuliah yang dilakukan oleh mantan pacar, kasus pelecehan seksual terhadap anak TK, dan yang lagi "Hot" diperbincangkan adalah Kasus Dinda.
Iyaa..betul..Dinda yang lagi hangat dibicarakan di dunia maya karena tidakrelaannya untuk berbagi kursi dengan Ibu hamil di commuter. Bahkan dalam postingannya dia memberi komentar "nyinyir" terhadap Ibu hamil.
Sebenernya apa sih yang terjadi di belakangan waktu ini? Begitu banyak kasus-kasus yang menyedihkan. Para "pelaku" dianggap tidak memiliki rasa kemanusiaan, begitu "brutal" & nampaknya tidak ada lagi rasa peduli ataupun empati, mencoba menempatkan posisi bagaimana kalau hal-hal buruk itu terjadi kepada mereka.
Dari kesekian kasus "menyedihkan" yang terjadi di kurun waktu terakhir, bisa ditarik benang merah bahwa telah terjadi penurunan kualitas mental para generasi muda. Mereka cenderung lebih memuaskan kebutuhan dan keinginan diri sendiri ketimbang memikirkan orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)